Minggu, 23 Januari 2011

Surat untuk Sahabat

Sahabatku yang baik,

Aku sangat memahami kebosananmu, karena dulu aku juga pernah merasakan kebosanan seperti itu (bahkan kreativitas sudah tidak bisa menolongku lagi). Sahabatku, kalau sampai saat ini ada satu hal yang dapat kusyukuri, itu adalah keberadaanmu. Aku sangat bersyukur karena aku menemukan seorang sahabat yang begitu mempercayai Tuhan, dan aku tahu kau tidak akan pernah meremehkan mimpi dan harapan orang lain.

Sahabatku, selama ini kau banyak berdoa dan berbicara kepada Tuhan. Aku paham saat kau berkata kalau Tuhan akan menjawab dengan indah tepat pada waktunya. Tapi Sahabatku, terkadang kita sendirilah yang harus menciptakan waktu dan momen indah itu. Terkadang, Tuhan hanya memberi kita peluang untuk menciptakan waktu dan momen indah itu. Jangan lupa untuk mendengarkan Tuhan juga, Sahabatku. Sebab terkadang kita terlalu sibuk berbicara, memohon, dan berdoa, sampai kita tidak menyadari bahwa sebenarnya Tuhan sudah menjawab doa kita. Sebentar saja, cobalah berhenti berpikir, merencanakan, dan mempertimbangkan. Sebentar saja, cobalah untuk menerima apa yang sudah disodorkan oleh kehidupan kepada kita.

Sahabatku, masih ingat saat kita dulu ulang tahun dan teman-teman memberi kita kado yang besar? Saat kita buka pita dan kertas pembungkusnya yang indah, ternyata masih ada kertas pembungkus lain dari koran, dan terus seperti itu. Pada akhirnya, yang tersisa adalah sebuah kotak kecil. Aku ingat teman kita bahkan menyembunyikan kado itu di antara potongan-potongan kertas koran di dalam kotak. Dan pada akhirnya, saat aku menemukan kado yang sesungguhnya, aku akan tertawa sambil berkata, "Oh, ternyata ada di sini". Kejutan lainnya adalah saat sang pemberi hadiah bertanya, "Apa kau sudah membaca kertas ucapannya?" Saat itu aku menganggap semua kertas-kertas koran itu sebagai sampah, tapi ternyata masih ada kejutan lain di dalamnya, ucapan selamat ulang tahun yang tulus dari seorang teman. Dan untungnya, aku belum sempat membuang kertas-kertas itu.

Sahabatku, terkadang Tuhan juga memberi jawaban dengan cara yang sama. Kita harus membuka kertas pembungkusnya satu per satu, sambil sesekali mencari kejutan-kejutan kecil di antara kertas-kertas tersebut. Hadiah utamanya, adalah jawaban dari Tuhan untuk doa-doamu selama ini, Sahabatku, sesuatu yang benar-benar kau butuhkan. Dan kejutan-kejutan kecil yang kau temukan di antara kertas-kertas pembungkus itu adalah kebahagian-kebahagiaan yang akan kau dapatkan di sepanjang perjalananmu membuka kado tersebut.

Jadi, jangan menyerah saat perjalananmu membuka kado menjadi membosankan, Sahabatku. Carilah hadiah-hadiah kecil yang diselipkan oleh Tuhan di sepanjang perjalanan itu. Perhatikan, dengarkan, rasakan, tapi jangan dipikirkan atau dipertimbangkan. Kita sama sekali tidak memerlukan alasan untuk berbahagia, sebab selama ini Tuhan telah menghadiahkannya kepada kita, bahkan sebelum kita sempat menemukan kado utamanya. Sesekali, lihatlah hidup sebagaimana adanya, Sahabatku. Alam semesta tidak pernah memberikan kita sesuatu yang membosankan. Tapi saat kita bosan, itu berarti kita lupa bagaimana cara menikmati hidup yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar