Kehidupanku benar-benar sebuah anugerah, karena bahkan Tuhan tidak pernah berhenti menyentuh hatiku di saat aku merasa sangat bosan dengan kehidupanku yang monoton. Tuhan telah memberkatiku dengan kehadiran manusia-manusia luar biasa di sekelilingku. Dan hari ini, aku kembali menemukan sebuah jiwa yang memiliki cahaya indah.
Beberapa bulan yang lalu, teman Facebook-ku pernah bercerita kepadaku kalau ia tidak dapat menggunakan ego-nya saat berhadapan dengan keluarganya. Aku tidak menyalahkan sikapnya. Sebaliknya, aku justru mengagumi keputusannya untuk ‘berkorban’ demi keluarganya. Hari ini pun, aku menemukan orang yang memiliki cahaya yang sama dengan teman Facebook-ku. Ia bahkan rela mengorbankan dirinya demi melindungi orang yang sudah melukainya.
Sejujurnya, awalnya aku menganggap kalau temanku ini memiliki ‘standar ganda’ dalam menjalani hidupnya. Namun tampaknya kali ini aku kembali menjadi seseorang yang terlalu cepat menghakimi orang lain. Pelajaran yang kudapatkan dari kejadian ini adalah: “Jangan terlalu cepat mempercayai perkataan orang lain, terutama jika mereka membicarakan keburukan diri mereka sendiri.” Benar, aku tidak berhak menghakimi orang lain hanya berdasarkan pada kata-kata mereka, karena seringkali aku tidak memahami tujuan dan maksud mereka saat mereka mengatakan kata-kata itu.
Bagiku, seorang pahlawan bukanlah mereka yang berdiri dengan gagah berani di medan perang dan menyelamatkan kita dari musuh yang mengancam. Pahlawan yang sebenarnya adalah mereka yang rela membuang ego mereka dan membiarkan diri mereka terinjak-injak & menderita demi membela orang yang mereka kasihi, orang yang sama sekali tidak mereka kenal, atau bahkan orang lain yang telah menyakiti mereka. Saat mereka berhasil mengalahkan ego mereka, maka mereka telah ‘mengangkat’ orang lain. ‘Mengangkat’ orang yang kita kasihi dan membiarkan diri kita menjadi batu injakan mereka bukanlah tugas yang mudah. Dan ‘mengangkat’ orang yang telah melukai kita dan membiarkan diri kita menjadi batu injakan adalah tugas yang nyaris mustahil. Namun temanku berhasil melakukannya.
Masalah umum yang kerap kita temui pada sosok seorang pahlawan sejati adalah: “mereka enggan menyerah”. Pahlawan sejati sangat loyal, dan bahkan akan terus melanjutkan misi mereka selama udara masih mengalir di paru-paru mereka. Mereka begitu kuat dalam kerendahan hati mereka, hingga mereka enggan merepotkan orang lain, bahkan meskipun mereka benar-benar membutuhkan bantuan. Para pahlawan kerap melupakan fakta bahwa mereka juga hanyalah seorang manusia biasa, meskipun mereka memiliki jiwa seorang malaikat.
Tiap-tiap manusia yang ada di dunia ini memiliki perjalanan hidup mereka masing-masing. Meskipun begitu, jalan yang kita tempuh bukanlah jalan lurus, melainkan jalan bercabang yang seringkali mempertemukan kita dengan jalan manusia lain (dan aku sangat bersyukur karena percabangan jalanku telah mempertemukanku dengan banyak sahabat dan teman-teman yang baik). Terkadang perjalanan kita mulus, penuh dengan cahaya matahari, dan semilir angin segar. Namun ada kalanya perjalanan kita penuh lubang, gelombang badai besar, dan bahkan terhadang oleh gunung yang menjulang tinggi.
Kita semua telah melakukan tugas-tugas hebat selama hidup di dunia ini. Beberapa dari kita telah melindungi, menjaga, dan merawat orang-orang di sekeliling kita. Ada yang mengorbankan ego demi kebahagiaan orang lain, dan ada mendedikasikan hidup mereka untuk orang-orang yang mereka sayangi. Namun saat kita menemui sebuah gunung besar menghadang perjalanan kita, kita harus mengakui kalau mungkin kita tidak terlalu kuat untuk mendakinya seorang diri.
Para pahlawan mendedikasikan hidup mereka untuk menolong dan melindungi orang-orang di sekitar mereka. Namun terkadang mereka lupa kalau sebenarnya merekalah yang membutuhkan bantuan. Terkadang mereka lupa kalau Tuhan mencoba untuk menolong mereka melalui orang-orang di sekeliling mereka. Benar, masing-masing manusia memang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, namun terkadang kita harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbuat baik kepada kita.
Terkadang kita harus membiarkan orang lain menarik kita dari tepi jurang kegelapan. Terkadang kita harus membiarkan orang lain menuntun kita saat mata kita dibutakan oleh rasa sakit dan kesedihan. Dan bahkan terkadang kita harus membiarkan orang lain menghalangi langkah kita saat jalan di depan kita dipenuhi oleh kabut hitam.
Terkadang… kita harus membiarkan orang lain mengangkat kita agar kita dapat mendaki gunung dan melanjutkan perjalanan.
Marilyn Monroe pernah mengatakan kalau setiap manusia adalah bintang, dan mereka memiliki hak untuk bersinar. Dan malam ini, temanku adalah bintang yang sinarnya paling cemerlang di langit malam.
***Catatan ini kudedikasikan untuk “K” (teman Friendster & Facebook-ku), “H.P” (teman kuliahku), & My Spiritual Sisters, yang telah mendedikasikan kehidupan mereka yang mulia untuk mengangkat orang-orang di sekeliling mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar